Akhir-akhir ini penggunaan jasa
transportasi darat melonjak naik,terutama pada musim lebaran,tahun baru dan
libur lainnya.Meskipun seperti yang kita ketahui bahwa berpergian dengan
transportasi darat akan memperlambat estimasi kedatangan jika terhalang oleh
kemacetan jalan,baik karena tingginya volume kendaraan maupun karena perbaikan
jalan.Melonjaknya permintaan jasa transportasi darat difaktorkan karena terjangkaunya harga dibandingkan
dengan transportasi lainnya.
Timor
Leste,salah satu Negara terdekat dengan Indonesia yang dapat diakses melalui
jalur darat yang biasa
disebut dengan Trans Timor.Perjalanan dari Ibu Kota Timor Leste yaitu Dili
untuk ke Indonesia harus melalui Kupang.Terdapat beberapa opsi untuk perjalanan tersebut,diantaranya yaitu :
1.Menggunakan bus hingga perbatasan yaitu
Atambua lalu melanjutkan menggunakan travel menuju ke Kupang.
2.Menggunakan travel dari Dili hingga
Kupang.
Dari
data yang diperoleh,
rata-rata 55 orang penumpang ke Timor Leste,begitupun sebaliknya.Jika dihitung
selama sebulan,berarti mobilisasi penumpang dari dan ke Timor Leste 1.650
orang/bulan.Saat ini
sudah terdapat 21 Armada.
Berdasarkan
pengalaman pengguna jasa transportasi Trans Timor ini,ada beberapa keluhan yang
seringkali muncul dan sama
dengan keluhan pengguna jasa lainnya.Seperti Tidak tersedianya toilet dalam
bus/travel,terkadang tiket tidak tersedia,AC yang kurang dingin yang disebabkan
oleh cuaca disana, dan sering
terjadinya kerusakan ban pada bus/travel di jalan yang berakibat tidak sampai
pada tujuan tepat waktu.
Bisnis jasa transportasi memiliki peluang yang sangat
besar,konsep Islamic Trans Timor Travel dapat diterapkan dalam bisnis ini.Tidak
dapat dipungkiri,bahwa bisnis kreatif Trans Timor Islami ini sangat membutuhkan
banyak persiapan dan harus siap dengan segala resiko yang ada.Dalam
berbisnis,tentu kita harus berani mengambil peluang meskipun peluang yang kita
miliki sangat kecil.Dan harus berani keluar dari zona nyaman.
.Seperti
yang kita ketahui bahwa Timor Leste memiliki penduduk yang mayoritasnya
beragama Katolik dengan persentase 98%,untuk persentase penduduk Islam sendiri
hanya 1%.Dengan adanya jumlah yang sangat
jauh ini dapat memungkinkan terjadinya under
estimated terhadap kaum minoritas.Maka,pembukaan jasa transportasi Islamic Trans Timor yang nantinya akan memberikan pelayanan dan jasa yang
sangat baik untuk para pengguna jasa.Peningkatan fasilitas dan kebutuhan
konsumen akan diprioritaskan dalam hal ini.Dari tiket yang terjual,ada beberapa
bagian dari hasil tersebut yang nantinya keuntungan itu digunakan untuk
memajukan infrastruktur daerah Timor.
Jadi,orientasi
keberhasilan dari bisnis Islamic Trans Timor ini ialah memenuhi kebutuhan
konsumen untuk mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik lagi.Sekaligus untuk
memperkenalkan Islam di daerah Timor,bahwa Islam itu ramah,islam itu baik,islam
itu dapat bersahabat sehingga tidak ada kesalahpahaman kaum mayoritas terhadap
kaum minoritas.