Senin, 02 Januari 2017

Islamic Trans Timor


        Akhir-akhir ini penggunaan jasa transportasi darat melonjak naik,terutama pada musim lebaran,tahun baru dan libur lainnya.Meskipun seperti yang kita ketahui bahwa berpergian dengan transportasi darat akan memperlambat estimasi kedatangan jika terhalang oleh kemacetan jalan,baik karena tingginya volume kendaraan maupun karena perbaikan jalan.Melonjaknya permintaan jasa transportasi darat difaktorkan karena terjangkaunya harga dibandingkan dengan transportasi lainnya.

            Timor Leste,salah satu Negara terdekat dengan Indonesia yang dapat diakses melalui jalur darat yang biasa disebut dengan Trans Timor.Perjalanan dari Ibu Kota Timor Leste yaitu Dili untuk ke Indonesia harus melalui Kupang.Terdapat beberapa opsi untuk perjalanan tersebut,diantaranya yaitu :
1.Menggunakan bus hingga perbatasan yaitu Atambua lalu melanjutkan menggunakan travel menuju ke Kupang.
2.Menggunakan travel dari Dili hingga Kupang.

Dari data yang diperoleh, rata-rata 55 orang penumpang ke Timor Leste,begitupun sebaliknya.Jika dihitung selama sebulan,berarti mobilisasi penumpang dari dan ke Timor Leste 1.650 orang/bulan.Saat ini sudah terdapat 21 Armada.

            Berdasarkan pengalaman pengguna jasa transportasi Trans Timor ini,ada beberapa keluhan yang seringkali muncul dan sama dengan keluhan pengguna jasa lainnya.Seperti Tidak tersedianya toilet dalam bus/travel,terkadang tiket tidak tersedia,AC yang kurang dingin yang disebabkan oleh cuaca disana, dan sering terjadinya kerusakan ban pada bus/travel di jalan yang berakibat tidak sampai pada tujuan tepat waktu.

            Bisnis jasa transportasi memiliki peluang yang sangat besar,konsep Islamic Trans Timor Travel dapat diterapkan dalam bisnis ini.Tidak dapat dipungkiri,bahwa bisnis kreatif Trans Timor Islami ini sangat membutuhkan banyak persiapan dan harus siap dengan segala resiko yang ada.Dalam berbisnis,tentu kita harus berani mengambil peluang meskipun peluang yang kita miliki sangat kecil.Dan harus berani keluar dari zona nyaman.

            .Seperti yang kita ketahui bahwa Timor Leste memiliki penduduk yang mayoritasnya beragama Katolik dengan persentase 98%,untuk persentase penduduk Islam sendiri hanya 1%.Dengan adanya jumlah yang sangat jauh ini dapat memungkinkan terjadinya under estimated terhadap kaum minoritas.Maka,pembukaan jasa transportasi Islamic Trans Timor yang nantinya akan memberikan pelayanan dan jasa yang sangat baik untuk para pengguna jasa.Peningkatan fasilitas dan kebutuhan konsumen akan diprioritaskan dalam hal ini.Dari tiket yang terjual,ada beberapa bagian dari hasil tersebut yang nantinya keuntungan itu digunakan untuk memajukan infrastruktur daerah Timor.

Jadi,orientasi keberhasilan dari bisnis Islamic Trans Timor ini ialah memenuhi kebutuhan konsumen untuk mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik lagi.Sekaligus untuk memperkenalkan Islam di daerah Timor,bahwa Islam itu ramah,islam itu baik,islam itu dapat bersahabat sehingga tidak ada kesalahpahaman kaum mayoritas terhadap kaum minoritas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar