Selasa, 21 November 2017

INTERNAL POLITEKNIK NEGERI JAKARTA YANG LEBIH BAIK UNTUK PRESTASI YANG JAUH LEBIH BAIK


Tersebar kabar yang menyatakan bahwa peringkat kampus tercinta kita, Politeknik Negeri Jakarta menurun. Hal ini di buktikan dengan tersebarnya data dari Kemenristekdikti. Kabar itu menjadi trending topic yang akan terus hangat di internal kampus, data itu membuktikan pula ada yang harus di perbaiki dalam internal kampus Politeknik Negeri Jakarta.
 Sebelumnya, mari dikte prestasi yang diraih oleh mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta 3 bulan terakhir ini.
1. Juara 2&3 Lomba Rancang Atap Nasional PNB Engineering Scientific Competition (PESC 2017).
2. Juara Umum BAC (Business Administration Contest) Nasional 2017 di Politeknik Negeri Padang.
3. Juara 1&3 National Physics Essay competition Pekan Ilmiah Fisika UNJ.
4. Juara 2 Kompetisi Majalah Kampus Politeknik se-Indonesia oleh BO GEMA.
5. Juara 2 lomba Civil Expo its 2017 Kategori Civil Design Competition.
(Sumber : akun instagram BEM)
Ke-5 prestasi di atas hanya sebatas yang telah terpublikasi oleh akun BEM PNJ, saya sangat yakin masih banyak sekali antrian prestasi lainnya yang belum terpublikasikan. Pertanyaan saya, dengan bergelimangan prestasi, bagaimana bisa peringkat kampus tercinta kita turun?
Nama Politeknik Negeri Jakarta sangat tersohor di penjuru politeknik seluruh Indonesia, lalu apa lagi yang menjadi kendala? Kesampingkan terlebih dahulu untaian prestasi yang tidak akan ada habisnya jika dibahas, bagaimana jika membahas permasalahan internal PNJ yang sangat berpengaruh terhadap prestasi-prestasi tersebut?
Pertama, mengenai penerangan. Mengapa saya membahas ini pada point pertama? Karena hal ini yang memiliki urgency tinggi. Bagaimana tidak? Ketika banyak mahasiswa yang mengorbankan waktu hanya sekedar untuk KSM, organisasi dan bahkan berlatih hingga malam untuk mengikuti perlombaan, ketika pulang mereka harus melewati jalanan yang minimalis penerangan. Bagaimana jika terjadi hal buruk terhadap mahasiswa kala itu? Bibit penanam prestasi untuk kampus pun akan berkurang. Bahkan sebelum hal buruk terjadi pun, mahasiswa mempertimbangkan keselamatannya terlebih dahulu dan pada akhirnya mereka mengurungkan diri untuk mencoba mengukir prestasi. Hal ini sudah sering di audiensikan kepada pihak yang berhak menangani penerangan, memang mereka merespon namun tidak ada tindakan yang signifikan untuk hal ini.
Ke-dua, perpustakaan. Di kampus tercinta, Politeknik Negeri Jakarta hanya memiliki 1 perpustakaan untuk menampung seluruh mahasiswa PNJ. Perpustakaannya besar? Tidak, hanya sekedar 3 ruang kelas yang di jadikan 1.  Padahal perpustakaan kampus adalah wadah pertama untuk mendapatkan data yang telah pasti keabsahannya untuk dijadikan landasan para mahasiswa mengukir prestasi dibidang akademik maupun non-akademik. Mahasiswa bahkan sangat menantikan perpustakaan baru yang hingga kini masih terhenti pembangunannya di karenakan anggaran.
Ke-tiga, bis kampus. Hal ini sangat sering terdengar keluhannya, namun apakah ada penanganan yang terlihat? Bis kampus berpengaruh terhadap prestasi mahasiswa, dimana ketersediaan bis, operasional bis yang kurang memadai menjadi penyebabnya. Sering kali bis datang terlambat yang mengakibatkan menumpuknya jumlah penumpang(mahasiswa). Seluruh mahasiswa pengguna bis saling memaksakan diri untuk mendapat bagian di bis tersebut, padahal volume bis sudah tidak lagi menampung. Pada dasarnya mahasiswa yang menggunakan bis dengan memaksakan diri tersebut mengetahui hal itu dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain, namun di karenakan kewajiban mereka yang mengharuskan datang tepat waktu mereka rela memposisikan diri mereka dalam bahaya.
Apakah pihak sarana prasarana belum pernah melihat bagaimana setiap paginya mahasiswa berjuang menaiki bis kampus untuk hadir tepat waktu? Sesekali pihak gedung direktorat harus menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan para mahasiswa tiap paginya agar sarana bis kampus dan operasionalnya lebih cepat di tingkatnya. Jika masih tidak ditingkatkan, dimana letak nurani pihak direktorat?
Ke-empat, lapangan kampus. Politeknik Negeri Jakarta hanya memiliki 1 lapangan besar yang di gunakan untuk banyak kegiatan. Melulu soal prestasi akademik, bagaimana soal prestasi non-akademik? Kondisi lapangan yang belum masuk ke standar layak, menjadi hambatan untuk mahasiswa yang berprestasi non-akademik untuk mengembangkan diri. Mereka merasa tidak memiliki tempat untuk berlatih, bahkan hanya untuk berdiri di lapangan saja mereka enggan.

                Maka dari itu, perlu adanya perbaikan, peningkatan, penambahan fasilitas internal kampus Politeknik Negeri Jakarta. Jangan melulu mencari nama di luar, namun mahasiswa di dalam kampus sendiri tidak merasakan hebatnya PNJ itu sendiri. Peningkatan fasilitas tersebut sangat amat berpengaruh terhadap prestasi yang di ukir oleh mahasiswa kedepannya, dimana prestasi tersebut akan membawa nama Politeknik Negeri Jakarta lebih baik lagi dan berkualitas di mata luar. Let’s we re-energized for better future.

2 komentar: