Tersebar kabar yang
menyatakan bahwa peringkat kampus tercinta kita, Politeknik Negeri Jakarta menurun. Hal
ini di buktikan dengan tersebarnya data dari Kemenristekdikti. Kabar itu
menjadi trending topic yang akan
terus hangat di internal kampus, data itu membuktikan pula ada yang harus di
perbaiki dalam internal kampus Politeknik Negeri Jakarta.
Sebelumnya, mari dikte prestasi yang diraih
oleh mahasiswa Politeknik
Negeri Jakarta 3 bulan terakhir
ini.
1. Juara 2&3 Lomba Rancang Atap Nasional PNB Engineering Scientific Competition (PESC
2017).
2. Juara Umum BAC (Business
Administration Contest) Nasional 2017 di
Politeknik Negeri Padang.
3. Juara 1&3 National Physics
Essay competition
Pekan Ilmiah Fisika UNJ.
4. Juara 2 Kompetisi Majalah Kampus Politeknik se-Indonesia
oleh BO GEMA.
5. Juara 2 lomba Civil Expo its 2017 Kategori Civil Design Competition.
(Sumber : akun instagram BEM)
Ke-5 prestasi di atas
hanya sebatas yang telah terpublikasi oleh akun BEM PNJ, saya sangat yakin masih
banyak sekali antrian prestasi lainnya yang belum terpublikasikan. Pertanyaan saya, dengan
bergelimangan prestasi, bagaimana bisa peringkat kampus tercinta kita turun?
Nama Politeknik Negeri
Jakarta sangat tersohor di penjuru politeknik seluruh Indonesia, lalu apa lagi
yang menjadi kendala? Kesampingkan
terlebih dahulu untaian prestasi yang tidak akan ada habisnya jika dibahas,
bagaimana jika membahas permasalahan internal PNJ yang sangat berpengaruh
terhadap prestasi-prestasi tersebut?
Pertama,
mengenai penerangan. Mengapa saya membahas ini pada point pertama? Karena hal
ini yang memiliki urgency tinggi. Bagaimana tidak? Ketika banyak mahasiswa yang
mengorbankan waktu hanya sekedar untuk KSM, organisasi dan bahkan berlatih
hingga malam untuk mengikuti perlombaan, ketika pulang mereka harus melewati
jalanan yang minimalis penerangan. Bagaimana jika terjadi hal buruk terhadap
mahasiswa kala itu? Bibit penanam prestasi untuk kampus pun akan berkurang.
Bahkan sebelum hal buruk terjadi pun, mahasiswa mempertimbangkan keselamatannya
terlebih dahulu dan pada akhirnya mereka mengurungkan diri untuk mencoba
mengukir prestasi. Hal ini sudah sering di audiensikan kepada pihak yang berhak
menangani penerangan, memang mereka merespon namun tidak ada tindakan yang signifikan
untuk hal ini.
Ke-dua,
perpustakaan. Di kampus tercinta, Politeknik Negeri Jakarta hanya memiliki 1
perpustakaan untuk menampung seluruh mahasiswa PNJ. Perpustakaannya besar?
Tidak, hanya sekedar 3 ruang kelas yang di jadikan 1. Padahal perpustakaan kampus adalah wadah
pertama untuk mendapatkan data yang telah pasti keabsahannya untuk dijadikan
landasan para mahasiswa mengukir prestasi dibidang akademik maupun
non-akademik. Mahasiswa bahkan sangat menantikan perpustakaan baru yang hingga
kini masih terhenti pembangunannya di karenakan anggaran.
Ke-tiga,
bis kampus. Hal ini sangat sering terdengar keluhannya, namun apakah ada
penanganan yang terlihat? Bis kampus berpengaruh terhadap prestasi mahasiswa,
dimana ketersediaan bis, operasional bis yang kurang memadai menjadi
penyebabnya. Sering kali bis datang terlambat yang mengakibatkan menumpuknya
jumlah penumpang(mahasiswa). Seluruh mahasiswa pengguna bis saling memaksakan
diri untuk mendapat bagian di bis tersebut, padahal volume bis sudah tidak lagi
menampung. Pada dasarnya mahasiswa yang menggunakan bis dengan memaksakan diri
tersebut mengetahui hal itu dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang
lain, namun di karenakan kewajiban mereka yang mengharuskan datang tepat waktu
mereka rela memposisikan diri mereka dalam bahaya.
Apakah pihak sarana
prasarana belum pernah melihat bagaimana setiap paginya mahasiswa berjuang
menaiki bis kampus untuk hadir tepat waktu? Sesekali pihak gedung direktorat
harus menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan para mahasiswa tiap paginya agar
sarana bis kampus dan operasionalnya lebih cepat di tingkatnya. Jika masih
tidak ditingkatkan, dimana letak nurani pihak direktorat?
Ke-empat,
lapangan kampus. Politeknik Negeri Jakarta hanya memiliki 1 lapangan besar yang
di gunakan untuk banyak kegiatan. Melulu soal prestasi akademik, bagaimana soal
prestasi non-akademik? Kondisi lapangan yang belum masuk ke standar layak,
menjadi hambatan untuk mahasiswa yang berprestasi non-akademik untuk
mengembangkan diri. Mereka merasa tidak memiliki tempat untuk berlatih, bahkan
hanya untuk berdiri di lapangan saja mereka enggan.
Maka
dari itu, perlu adanya perbaikan, peningkatan, penambahan fasilitas internal
kampus Politeknik Negeri Jakarta. Jangan melulu mencari nama di luar, namun
mahasiswa di dalam kampus sendiri tidak merasakan hebatnya PNJ itu sendiri.
Peningkatan fasilitas tersebut sangat amat berpengaruh terhadap prestasi yang
di ukir oleh mahasiswa kedepannya, dimana prestasi tersebut akan membawa nama
Politeknik Negeri Jakarta lebih baik lagi dan berkualitas di mata luar. Let’s we re-energized for better future.

Kak bisa bagi emailnya?mau tanya tanya tentang pnj boleh?
BalasHapusSyifaharfiany@gmail.com
Hapus